Cerita Inspirasi dari Teman

Posted by adam.wijaya10 on 15 September 2010 with No Comments

Banyak hal yang menjadi pelajaran dari pengalaman hidup temanku yang satu ini, salah satunya ketika dia masih bekerja di salah satu pabrik di daerah industri. Semasa bekerja di tempat itu dia berkelahi dengan teman sepekerjaannya, sehingga dia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan memilih mencari pekerjaan lain di luar pulau.
Ketika dia memilih mencari penghidupan di luar pulau, banyak sekali pengalaman pahit yang didera olehnya.
Tantangan hidup di luar pulau yang mungkin masih asing baginya ternyata diluar dugaan sebelumnya. Seiring waktu juga, dia dapat beradaptasi dengan lingkungan baru itu. Tapi tidak semudah membalikan telapak tangan untuk beradaptasi dengan lingkungan, butuh proses yang panjang hingga dia menjadi seperti sekarang ini. Kini dia sudah dapat membantu dalam perekonomian keluarganya. Padahal ketika dia masih bekerja sebagia buruh di daerah industri tepatnya di Cikarang, Bekasi untuk makan saja dia harus berhemat.
Setelah dia memutuskan untuk pergi merantau ke luar pulau, yang sebenarnya hanya karena modal nekad dan uang sebesar tiga ratus ribu rupiah. Sesampainya di tempat tujuan di Halmahera, awalnya dia bingung mau kerja apa di sana. Hingga bejualan cetakan kue menjadi pilihannya. Perjalanan dari Jakarta ke Maluku memakan waktu hingga satu minggu dengan menggunakan kapal laut.
Beberapa bulan kemudian ada lowongan pekerjaan di sebuah pabrik pengolahan ikan untuk ekspor. Dia mencoba melamar dan akhirnya diterima sebagai buruh pengolah ikan. Karena keuletannya dalam bekerja dia kemudian diangkat menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Nama temanku itu Ari dan kini gaji bersihnya sudah mencapai 4 jutaan.
Mungkin yang mengispirasi saya dari dia adalah keberaniannya untuk menetukan pilihan dan mau bekerja di luar pulau serta jauh dari orang-orang yang dicintai termasuk orang tua

Cerita Inspirasi Diri Sendiri

Posted by adam.wijaya10 on 15 September 2010 with No Comments

Keseksesan seseorang diraih dengan penuh pengorbanan,baik materil maupun moril. Suatu pengorbanan dilakukan karena adanya sebuah dasar kuat yang melatarbelakanginya. Disadari atau tidak kesuksesan berawal dari sebuah inspirasi. Kenapa begitu? Mudah saja untuk menjawabnya, kenapa Anda ingin sukses?? Nah jawaban itu lah yang disebut inspirasi atau latarbelakang dari kesuksesan. Jadi dapat disimpulkan semua orang yang sukses dan yang ingin sukses juga punya yang namanya cerita inspirasi pribadi masing-masing.
Kadang inspirasi seorang dengan yang lainnya ada kesamaan, tapi umumnya inspirasi itu hal yang unik. Karena beda kepala beda juga pemahaman, lah koq masuk ke pemahaman?? Iya pemahaman, inspirasi juga didapat dari hasil sebuah pemikiran yang dalam dan perlu analisa lebih lanjut di otak kita. Sebab tidak mungkin kita jadikan suatu pengalaman atau peristiwa yang terjadi di sekitar kita dijadikan sebuah inspirasi yang notebenenya inspirasi dapat mejadi sebuah akselelator kehidupan ini serta menentukan arah kemana kita akan melangkah selanjutnya, bagaimana kita harus melangkah, mau jadi apa kita dikemudian hari.
Kita mulai saja cerita flash-back kehidupan saya, yan dianggap sebagai inspirator dalam kehidupan sehari-hari saya. Sering Ibu bercerita masa-masa saya ketika masih kanak-kanak, anggap skarang saya udah desawa pahadal masih manja sama Ibu. Hehe……, . Lanjut kecerita, Ibu bilang pada saya, kalau banyak kelebihan yang saya miliki. Contohnya saja ketika saya masih berusia kurang dari 1,5 tahun diajak pergi berbelanja ke pasar Kordon, Bandung.
Begini ceritanya, kami berangkat bertiga saya, Ibu, dan bi Lilis. Sesampainya di pasar, ya mananya di pasar apa sih yang mau dilakukan kalau bukan untuk berbelanja??? Ga lah, ketika sedang asyik-asyiknya tawar-menawar, saya yang waktu itu berdiri di belakang Ibu, tiba-tiba seorang pria berkulit hitam legam, berwajah garang, berbadan kekar menarik saya. Ya namanya juga anak kecil ga ngerti apa-apa nurut aja lah…,
Awalnya Ibu tidak sadar kalau anaknya ini sudah lepas dari pengawasannya, setelah sadar barulah Ibu merasa kebingungan mencari-cari saya. Ditanya pada bi Lilis apa saya bersamanya, bi Lilis yang tidak tau apa-apa ikut-ikutan bingung juga. “Lah,kalua begitu si Adam dimana??” kata Ibu. Seketika itu juga Ibu panik setengah mati, untung ada seorang pedagang yang melihat saya dibawa oleh tukang becak. Cepat-cepatlah Ibu mengejarnya, tapi hasilnya nihil…., sampai akhirnya tukang becak itu mengantarkan kembali saya kepada Ibu. Yang tadinya Ibu sudah lemes ketika bertemu lagi dengan anaknya yang tercinta ini senyum manisnya kembali merekah. Hehe……!!!
Ga cuma sampai di situ, abang becak itu dimarahi habis-habisan oleh Ibu. Sekedar info saja lah, kalau Ibuku marah itu lebih baik ada hujan badai ketimbang dengerin Ibu marah ga karuan gitu, hi….serem!! Lanjut kecerita, setelah puas Ibu memarahi abang becak tadi, dibawanya saya pulang kerumah. Setibanya di rumah ,ada perasaan ragu yang menggelayuti pikiran ibu. Untuk lebih menyakinkan, ditanyanya saya oleh Ibu. Yang kala itu saya masih berumur kurang dari 1 tahun, “Nama kamu siapa?” tanya Ibu, ya saya jawab saja “Adam suma Wijaya”, itu menurut Ibu bukan kata saya loh…, terus “Nama Bapak siapa?”, “Andang Mariana”. “Rumah kamu di mana?”, “Di Pandanwangi, blok G nomor 12”, “Abah kamu namanya siapa?”, “Abah Olib”. Sekali lagi itu bukan kata saya loh…, itu semua Ibu yang cerita. Sebenarnya saya sudah lupa sama kejadian itu.
Jadi kesimpulannya, itulah yang menginspirasi saya untuk terus berusaha samapai sekarang ini. Yang intinya, dulu aja saya udah bisa kaya gitu, sekarang ga bisa apa-apa. Apa kata dunia?? Ada ungkapan yang menyebutkan “Hari esok harus lebih baik dari hari ini”.
Mungkin hanya itu yang bisa saya buat, mohon maaf bila dalam penyampaiannya terasa sulit untuk dipahami.
See you !!!!

IBU

Posted by adam.wijaya10 on 28 July 2010 with No Comments

Ketika menengar nama Ibu, Aku yang kala inijauhdari Ibu-ku, terkadang rasa rindu itu hadir dan membuat ingin pulang biar hanya sebentar. Ibu seorang yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun,selalu ada menemani. Ketika sedih dan senang selalu bersama.

Kini harus berpisah dari Ibu, awalnya sedih juga jauh dari Ibu. Tapi waktu juga lah yang menang, lama-kelamaan terbiasa juga harus berpisah.